11.000 BP - 2000 M
Sejarah Tatar Sunda merupakan perjalanan panjang yang memperlihatkan kemampuan masyarakatnya untuk beradaptasi terhadap perubahan zaman. Dari kehidupan manusia prasejarah di Gua Pawon, munculnya kerajaan awal seperti Salakanagara dan Tarumanagara, kejayaan Pajajaran, hingga pembentukan provinsi modern, Tatar Sunda selalu menjadi ruang penting dalam sejarah Nusantara.
Pada masa prasejarah, manusia di kawasan ini menunjukkan kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan karst, danau purba, dan sumber daya alam sekitar. Pada masa kerajaan, Tatar Sunda berkembang menjadi pusat politik dan ekonomi melalui Tarumanagara, Sunda-Galuh, dan Pajajaran. Ketika Islamisasi dan kolonialisme datang, wilayah ini kembali mengalami perubahan besar dalam struktur kekuasaan, agama, ekonomi, dan tata ruang.
Memasuki abad ke-20, masyarakat Sunda ikut berperan dalam kebangkitan nasional melalui organisasi seperti Paguyuban Pasundan. Setelah kemerdekaan, Tatar Sunda menghadapi ujian berat berupa eksperimen federal Negara Pasundan dan pemberontakan DI/TII. Namun, berbagai gejolak tersebut akhirnya mengarah pada konsolidasi wilayah dalam struktur Republik Indonesia.
Hari ini, jejak Tatar Sunda dapat dilihat dalam keberadaan Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten sebagai wilayah yang memiliki akar sejarah bersama. Transformasi ini menunjukkan bahwa Tatar Sunda bukan sekadar ruang geografis, melainkan ruang kebudayaan dan politik yang terus hidup. Nilai-nilai seperti silih asah, silih asih, dan silih asuh menjadi warisan penting yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan masyarakat Sunda.