1900 - 1945 M
Memasuki abad ke-20, Tatar Sunda ikut memasuki era kebangkitan nasional. Pendidikan modern, urbanisasi, dan munculnya kaum terpelajar melahirkan kesadaran baru di kalangan masyarakat Sunda. Perlawanan terhadap kolonialisme tidak lagi hanya dilakukan melalui perang fisik, tetapi juga melalui organisasi, pers, pendidikan, dan perjuangan politik.
Salah satu organisasi terpenting dalam konteks ini adalah Paguyuban Pasundan, yang didirikan pada 20 Juli 1913. Pada awalnya organisasi ini bergerak dalam bidang sosial dan kebudayaan, khususnya untuk memajukan masyarakat Sunda. Namun, dalam perkembangannya, Paguyuban Pasundan bertransformasi menjadi kekuatan politik yang ikut memperjuangkan nasib bangsa Indonesia.
Tokoh seperti Oto Iskandar di Nata memainkan peran penting dalam membawa semangat Paguyuban Pasundan ke ranah politik nasional. Melalui Volksraad, organisasi ini menyuarakan aspirasi rakyat, memperjuangkan pendidikan, serta mendukung gagasan Indonesia berparlemen.
Peran Paguyuban Pasundan menunjukkan bahwa identitas Sunda tidak berdiri berlawanan dengan nasionalisme Indonesia. Sebaliknya, kebudayaan Sunda menjadi salah satu fondasi yang memperkaya gerakan kebangsaan. Bab ini menempatkan Tatar Sunda sebagai bagian aktif dari proses lahirnya kesadaran nasional Indonesia.